Minggu, 13 Januari 2013

Ringkasan : Dakwah Rasulullah secara Terang-Terangan


Diambil dari buku Sirah Nabawiyah (Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri)

              Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah adalah dengan menyeru kepada kerabat-kerabat dekat yaitu Bani Hasyim. Abu Thalib berjanji bahwa mereka akan tetap melindungi Rasulullah selagi mereka masih hidup namun sayangnya itu tidak terjadi pada Abu Lahab. Setelah merasa yakin terhadap janji Abu Thalib, Rasulullah pun menyeru kepada suku Quraisy mengenai tauhid dan iman kepada risalah beliau serta iman kepada Hari Akhirat di atas Bukit Shafa. Lagi-lagi Abu Lahab mencela beliau hingga pada akhirnya turunlah surat Al-Lahab karena peristiwa tersebut. Seruan beliau terus bergema di seantero Makkah, hingga kemudian turun surat Al-Hijr:94 yang membuat beliau semakin bersemangat untuk bangkit dan menyerang berbagai khufarat dan kebohongan syirik yang sama sekali tak bernilai. Karena hal ini, kaum Quraisy pun mendatangi paman beliau, Abu Thalib dan meminta agar Abu Thalib menghentikan semua yang dilakukan Rasulullah, namun sayangnya Abu Thalib menolak.
            Begitu tahu bahwa Muhammad saw. sama sekali tidak menghentikan dakwahnya maka orang-orang Quraisy pun melakukan berbagai cara untuk menghadang dakwah. Mulai dari melecehkan orang-orang muslim, menjelek-jelekkan ajaran beliau bahkan sampai berani melawan Al-Qur’an. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan berbagai macam tekanan kepada Rasulullah. Seperti istri Abu Lahab, Ummu Jamil binti Harb bin Umayyah yang berniat untuk melempar batu kepada Rasulullah, Uqbah bin Abu Mu’ith yang berhasil meletakkan kotoran onta dipundak beliau ketika beliau sedang sujud, hingga berani meludahi wajah beliau. Tidak hanya Rasulullah, bahkan orang-orang yang baru saja masuk Islam pun mendapat siksaan yang sangat menyedihkan. Langkah bijaksana yang diambil Rasulullah dalam menghadapi berbagai tekanan itu, beliau melarang orang-orang muslim menampakkan ke-Islamannya, baik perkataan maupun perbuatan. Tetapi Rasulullah tetap menampakkan dakwahnya  dan ibadah di tengah orang-orang musyrik, dan sama sekali tidak mengurangi aktivitas tersebut. Tempat tinggal Al-Arqam bin Abil-Alqam Al-Makhzumi menjadi markas dakwah beliau.
            Hingga pada suatu saat Rasulullah memerintahkan agar beberapa orang Muslim hijrah ke Habasyah untuk menyelamatkan diri dan berdakwah disana. Karena hal ini Quraisy pun mengancam akan terjadi pembunuhan diantara mereka dan kaum Abu Thalib jika Abu Thalib tidak mau menghentikan Rasulullah. Satu hal yang membuat kaum Quraisy tercengang adalah peristiwa Hamzah bin Abdul-Muthalib dan Umar bin Al-Khaththab masuk Islam. Utusan terakhir yang menemui Abu Thalib sebelum Abu Thalib meninggal berhasil bertemu dengan Rasulullah. Namun, dipertemuan tersebut Rasulullah berkata bahwa kaum Quraisy akan bisa merajai bangsa Arab dan non-Arab dengan syarat mereka mau mengucapkan La ilaha illallah. Hal ini semakin menambah gusarnya kaum Quraisy.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar